Empat Rumah Terdampak Tanah Gerak di Banjarnegara Dibongkar

BANJARNEGARA – Empat rumah terdampak bencana di Desa Glempang Kecamatan Mandiraja. Sedangkan penghuninya diungsikan. Kepala Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Sugiyono mengatakan total ada delapan rumah yang terdampak tanah gerak. “Semuanya ada delapan rumah, yang lima sudah rusak berat dan tiga terancam,” kata dia di posko pengungsi, Kamis (28/1). Empat rumah yang rusak berat sudah dibongkar. “Empat dibongkar, satu rumah RTLH dihentikan,” jelasnya.

Sedangkan tiga rumah, sejak Rabu kembali ditempati lagi. Bila cuaca buruk, warga agar waspada. Dia mengatakan sampai saat ini pergerakan tanah mencapai 60 centimeter. “Kalau hari ini belum ada tambahan pergerakan tanah. Tapi masih ada kemungkinan tanah bergerak lagi,” paparnya. Lebih lanjut dia mengatakan pada tahun 2018 lalu pernah terjadi pergerakan tanah di lokasi yang sama. Danramil 07 Mandiraja Kapten Inf Bambang Aprianto mengatakan untuk mencegah pergerakan tanah susulan, dilakukan tracking rekahan yang dilanjutkan dengan menutup rekahan dengan tanah.

Selain itu, juga dilakukan pembuatan saluran air manakala hujan tidak masuk ke area tanah gerak dan mengurug kolam untuk mengurangi resiko bencana. “Giat di lokasi pada hari ini dilakukan pembuatan senderan dan urugan tanah relokasi di tempat Bapak Misun di RT 1 RW 5,” lanjutnya. Kapolsek Mandiraja AKP Suyit Munandar mengatakan ada empat rumah warga yang dibongkar. Untuk percepatan relokasi mandiri, butuhkan material bangunan berupa seng atau asbes, kalsiboard, kaso, paku, dan terpal. (drn)

Sumber: https://radarbanyumas.co.id