Ada beberapa amalan yang ringan di lisan tetapi berat di timbangan.
1. Basmalah
2. Tasbih
3. Tahmid
4. Tahlil
5. Takbir
6. Hawqolah
7. Istighfar
8. Sholawat
1. Basmalah
Kalimat : بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Arti: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
Ini adalah kalimat/bacaan yang sangat dianjurkan ketika akan memulai suatu kegiatan, agar mendapat keridhoan dan keberkahan dari Allah SWT.
Rasulullah saw. bersabda, ”Setiap amalan yang terdapat kepentingan di dalamnya jika tidak dimulai dengan (menyebut) nama Allah, maka terputus (keberkahannya).” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)
Ini adalah bacaan pembuka ketika akan membaca Al-Qur’an. Dianjurkan dibaca di awal surat, kecuali surat at-Taubah.
Dan ini juga dzikir yang dianjurkan dibaca ketika akan masuk ke rumah, dan saat akan makan.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang membaca Basmalah ketika masuk rumahnya dan saat akan makan, maka setan akan berkata kepada sesamanya, ‘tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak pula tempat makan.’ Namun jika tanpa mengucap Basmalah ketika masuk rumah, maka setan berkata kepada sesamanya ‘Malam ini kalian dapat tempat bermalam.’ Dan jika tidak menyebut Basmalah juga akan makan, setan berkata, ‘sekarang kalian dapat tempat bermalam sekaligus makan malam.” (HR Muslim dari Jabir bin Abdullah RA)
2. Tasbih
Kalimat: سُبْحَانَ اللَّهِ
Arti: Maha Suci Allah
✨ Ini adalah kalimat pengakuan bahwa Allah Maha Suci, Maha Sempurna dari segala kelemahan atau kekurangan. Ucapan tasbih sangat dicintai oleh Allah bersama dengan 3 ucapan lainnya.
Dari Samurah bin Jundub RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, ”Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat hal yaitu: subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar. Keempat kalimat ini boleh dimulai sesuai yang ia kehendaki.” (HR. Muslim)
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا عِشْرُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ عِشْرُونَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ بِهَا ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah memilih empat perkataan, yaitu subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha ilallah, dan allahu akbar. Barangsiapa mengucapkan “Subhanallah” maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan. Barangsiapa mengucapkan “Allahu Akbar” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Dan barangsiapa mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin” dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.”
(HR. Ahmad no. 8032)
✨ Bacaan tasbih ini menjadi pembuka beberapa (7) surat al-musabbihaat dalam Al-Qur’an. Seperti kalimat subhana(masdar) di surat Al-Isra, Al-Hadid, Al-Hasyr. Kalimat sabbaha(fi’il madhi) di Surah Ash-Shoff, Al-Jumu’ah. Kalimat yusabbihu(fi’il mudhori) di surah At-Taghobun, dan kalimat sabbih(fi’il amr) di surah Al-A’la.
✨ Kalimat tasbih ini bukan hanya dilakukan oleh manusia, tetapi oleh makhluk lainnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Isra ayat 44:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS 17:44)
🌼 Tasbih Singkat Plus Hamdalah 100x
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
من قال: سبحان اللهِ وبحمدِه، في يومٍ مائةَ مرَّةٍ، حُطَّت خطاياه وإن كانت مثلَ زبدِ البحرِ
“Barangsiapa yang mengucapkan, ’Subhanallahi wa bi hamdihi 100 kali, maka Allah akan menghapuskan kesalahannya meskipun kesalahannya itu sebanyak buih di lautan.’’
(HR Bukhari dan Muslim)
🌼 Tasbih Plus Hamdalah,
سبحان الله العظيم وبحمده
مَن قال: سبحان الله العظيم وبحمده، غرست له نخلة في الجنة
“Barangsiapa yang mengucapkan: ‘Subhanallahil azhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga.” (HR Tirmidzi)
🌼 Tasbih Plus Hamdalah Lengkap,
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Baginda Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bacaan Tasbih plus hamdalah lengkap, yang dinilai berat di timbangan dan dicintai oleh Allah SWT.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Dari Abu Hurairah Rasulullah ﷺ bersabda, ”Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dicintai oleh ArRahman, yakni Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil ‘adhim.”
(HR Imam Bukhori)
Makna dari Subhanallahi wa bihamdihi Subhanallahil ‘adhim adalah Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Maka bacaan ini adalah untuk mensucikan Allah Ta’ala seraya memuji-Nya sepenuh hati, mensucikan Allah Ta’ala seraya pengagungan terhadap kesempurnaan Allah Ta’ala.
🌼 Tasbih Khusus waktu Dzikir Pagi/Petang
Baginda Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan tasbih khusus di waktu dzikir pagi.
Dari Ibnu ‘Abbas dari Juwairiyah bahwasanya Nabi ﷺ keluar dari rumah Juwairiyah pada pagi hari usai shalat Subuh dan dia tetap di tempat shalatnya. Tak lama kemudian Rasulullah ﷺ kembali setelah terbit fajar (pada waktu dhuha), sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempat shalatnya. Setelah itu, Rasulullah menyapanya, “Ya Juwairiyah, kamu masih belum beranjak dari tempat shalatmu?”
Juwairiyah menjawab, ‘Ya. Saya masih di sini, di tempat semula Yaa Rasulullah.’ Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Setelah keluar tadi, aku telah mengucapkan empat kata-kata kalimat dzikir -sebanyak tiga kali- yang kalimat tersebut akan sebanding dengan apa yang kamu baca seharian, yaitu:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
”Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, sejauh keridhaan-Nya, seberat timbangan arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.”
(HR Imam Muslim)
3. Tahmid/ Hamdalah
Kalimat: الْحَمْدُ لِلَّهِ. Lengkapnya اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Arti: Segala puji bagi Allah. Lengkapnya Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
✨ Ini adalah kalimat pujian kepada Allah SWT atas kebesaran-Nya, atas segala nikmat-Nya, dan petunjuk-Nya. Ini adalah ungkapan dari rasa syukur atas segala nikmat dan anugerah-Nya.
✨ Bacaan tahmid atau hamdalah menjadi pembuka beberapa (5) surat dalam Al-Qur’an, seperti Al-Fatihah, Al-An’am, Al-Kahfi, Saba’, dan Fathir.
✨ Bacaan tahmid juga menjadi penutup beberapa (5) surat dalam Al-Qur’an, seperti Al-Isro’, An-Naml, Ash-Shoffat, Az-Zumar dan Al-Jatsiyah.
✨Bacaan tahmid sering disandingkan dengan tasbih, seperti yang terkandung dalam Surat Al-Isra’ :44, Ash-Shoffaat :180-182, Al-Baqarah :30.
Begitupun juga dalam hadits seringkali Nabi menyandingkan tahmid dengan tasbih. Hal ini menunjukkan bahwa selain Allah Maha Terpuji, Allah juga bersih dari aib dan kekurangan.
✨Mengucapkan hamdalah dengan sepenuh jiwa kesyukuran mempunyai fadhilah yang sangat besar yaitu memenuhi timbangan (pahala).
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا
Rasulullah ﷺ bersabda : “Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallah dan alhamdulillah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, shadaqah adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an menjadi hujjah pembela kamu atau hujjah yang menuntut kamu. Setiap orang terus berusaha untuk dirinya, lalu seakan dia menjual dirinya, maka ada yang menyelamatkannya ada juga yang membinasakannya.” (HR. Imam Muslim).
Mengucapkan hamdalah, dalam keadaan lapang maupun sempit, adalah kebiasaan para penghuni surga.
أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى إِلَى الْجَنَّةِ الْحَمَّادُونَ الَّذِينَ يَحْمَدُونَ اللَّهَ عَلَى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
“Yang pertama kali akan dipanggil masuk surga adalah Para Pemuji, yaitu orang yang senantiasa memuji Allah di kala lapang maupun sempit.” (HR. Thabrani dari Ibnu ‘Abbas RA)
✨Banyak dari kita yang biasa mengatakan alhamdulillah ketika sehat, tapi jarang dari kita yang sanggup menyebut alhamdulillah ketika sakit. Kita spontan mengatakan alhamdulillah ketika mendapatkan anugerah kelahiran anak, tetapi sulit untuk mengatakan alhamdulillah ketika mendapatkan musibah anak kita meninggal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
“Apabila anak seorang hamba Allah meninggal dunia, Allah pun berfirman pada malaikat-Nya: ‘Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?’ Maka malaikat menjawab: ‘Benar.’ Allah berfirman, ‘Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?’ Malaikat menjawab, ‘Benar.’ Allah bertanya, ‘Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku itu?’ Malaikat menjawab, ‘Ia memuji Engkau (alhamdulillah) dan beristirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un).’ Allah pun berfirman, ‘Buatkan untuk hamba-Ku itu sebuah rumah di surga dan namakan rumah itu Baitul Hamd (rumah pujian)’.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asy’ari RA)
4. Tahlil. Kalimat tauhid
Kalimat: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Arti: Tidak ada Tuhan selain Allah
✨Ini adalah kalimat pengakuan seorang hamba kepada Allah Yang Maha Esa, yang Tiada Tuhan selain Dia, Pencipta dan Penguasa alam raya dan segala makhluk-makhluk-Nya. Dialah yang hidup kekal lagi terus menerus mengurusi makhluk-makhluk-Nya.
✨Allah memperkenalkan dirinya dalam Al-Qur’an dengan menyebutkan kalimat tahlil:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).” (QS Al-Baqarah: 255)
✨ Ini adalah kalimat dzikir yang paling utama.
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ
Artinya: “Dzikir yang paling utama adalah bacaan Laa ilaaha illallah, dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR At-Tirmidzi)
“Kalau sekiranya tujuh petala langit dan bumi dan segala isinya diletakkan pada satu piring timbangan sedang Laa ilaaha illallah diletakkan di sisi yang lain niscaya kalimat tauhid itu akan melebihi berat langit dan bumi.” ( HR Ahmad )
✨Kalimat tahlil menjadi bagian kalimat syahadatain, kalimat kunci untuk masuk Islam, bersamaan dengan syahadat rasul.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan (Rasul) Allah.”
✨ Kalimat ini membantu memperbarui keimanan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perbaruilah selalu iman-iman kamu.” Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami?” Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah olehmu ucapan Laailaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah).” (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah RA)
✨ Kalimat ini pula yang akan mengantarkan kita masuk surga.
Berdasarkan hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Barang siapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal) adalah Laa ilaaha illallah, maka dia masuk surga.” (HR Abu Daud)
✨ Dan kalimat ini pula yang akan menjauhkan kita dari api neraka.
Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya akulah orang yang paling tahu tentang suatu kata-kata yang jika seseorang mengatakannya dengan hati yang jujur, lalu orang itu mati dalam keadaan semacam itu, pasti ia diharamkan tersentuh api neraka, yaitu mengucapkan Laailaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah).” (HR. Hakim dari ‘Amr RA)
✨Bahkan kalimat tahlil ini bisa menjadi kunci dari delapan pintu surga. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits dari ‘Ubadah bin Shamit RA, Nabi SAW bersabda,
“Barang siapa mengucapkan, ‘Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Roh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar-benar adanya dan neraka pun benar adanya’ maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR Muslim)
bersambung …
